Mungkin karena keterbatasan ilmu maka aku tidak bisa banyak menceritakan tentang beliau, tapi kalian punya banyak waktu dan kesempatan untuk mencarinya sendiri. Membacanya di Internet, buku atau bertanya pada guru.
Anakku, dibawah kubah hijau itu aku melihat matamu keheranan. Aku tahu engkau pasti heran melihat bagitu banyak manusia dan juga termasuk aku yang biasanya keras & kasar tiba-tiba menangis didepan makam itu. Airmata itu adalah air mata penyesalan, air mata malu dan khawatir jika Beliau tidak mau menerima kedatanganku . Aku tahu Beliau adalah orang tua yang berhati lembut. Beliau tak mau bangkit dari sujud ketika cucunya bermain dipundaknya hingga cucunya turun. Beliau menegur seorang wanita yang menarik paksa anaknya yang sedang di pangku oleh Beliau, karena anak itu mengencingi pakaian Beliau. Beliau berkata kasihilah maka engkau akan dikasihi oleh yang dilangit.
Anakku jika engkau inginkan idola maka idolakan Beliau, Manusia Agung itu. Beliau adalah sahabat yang setia, ayah & guru yang santun, tetangga yang baik, pengusaha yang sukses dan jendral tak terkalahkan.
Ketika aku mengajarkan padamu untuk bershalawat & meminta syafaat kepada Beliau, itu karena aku faham bahwa shalat , puasa, zakat & sedekah serta perbuatan baik kita tak cukup untuk membebaskan kita dari panasnya neraka. Di hari Perhitungan nanti disaat aku tak bisa membantu kalian serta kalian tak bisa membantu aku, insyaAllah shalawat ini akan mengingatkan Beliau kepada kita sehingga syafaatnya segera diberikan dan kita tidak terlalu lama dipanggang panas neraka sebagaimana yang sudah kalian rasakan panasnya matahari di jabal Magnet & jabal Rahmah. Kalian tak tahan panasnya padahal itu hanya tetesan panas neraka bahkan lebih kecil dari itu.
Anakku, sekali lagi pandangilah kubah hijau itu, cintai dan rindukan Nabi mu yang dimakamkan dibawahnya serta ingat-ingat ajarannya. Jangan pernah berpaling, walau sampai dikampung halamanmu.
08 Agustus 2010
http://nurjalii.blogspot.com


0 komentar:
Posting Komentar